Kamis, 29 November 2012

Hubungan Antara Pertumbuhan Penduduk dengan Lapangan Pekerjaan dan Kemiskinan



Hubungan Antara Pertumbuhan Penduduk dengan Lapangan Pekerjaan dan Kemiskinan

          Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu  dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. Ketika pertumbuhan penduduk dapat melewati kapasitas muat suatu wilayah atau lingkungan hasilnya berakhir dengan kelebihan penduduk. 

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk indonesia adalah sebagai berikut :
1.Kelahiran
2.Kematian
3.Perpindahan Penduduk(migrasi)

Pertumbuhan penduduk, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah, dan sempitnya kesempatan kerja merupakan akar permasalahan kemiskinan. 


Di banyak negara syarat utama bagi terciptanya penurunan kemiskinan adalah adanya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi memang tidak cukup untuk mengentaskan kemiskinan tetapi biasanya pertumbuhan ekonomi merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan.Walaupun begitu pertumbuhan ekonomi yang bagus pun menjadi tidak akan berarti bagi masyarakat miskin jika tidak diiringi dengan penurunan yang tajam dalam pendistribusian atau pemerataannya. Kemiskinan terus menjadi masalah fenomena sepanjang sejarah, kemiskinan telah membuat jutaan anak-anak  tidak bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya tabungan dan tidak adanya investasi, kurangnya akses ke pelayanan publik, kurangnya lapangan pekerjaan, kurangnya jaminan sosial dan perlindungan terhadap keluarga, menguatnya arus urbanisasi, dan yang lebih parah, kemiskinan menyebabkan jutaan rakyat memenuhi kebutuhan pangan dan sandang secara terbatas.
Kemiskinan telah membatasi hak rakyat untuk (1) Memperoleh pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan, (2) Hak rakyat untuk memperoleh rasa aman, (3) Hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan hidup (sandang, pangan, dan papan) yang terjangka,(4) Hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan pendidikan.
Salah satu akar permasalahan kemiskinan yakni tingginya disparitas antar daerah akibat tidak meratanya distribusi pendapatan, sehingga kesenjangan antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin di Indonesia semakin melebar. Pemerintah sendiri selalu mencanangkan upaya penanggulangan kemiskinan dari tahun ketahun, namun jumlah penduduk miskin tidak juga mengalami penurunan yang signifikan, walaupun data di BPS menunjukkan kecenderungan penurunan jumlah penduduk miskin, namun secara kualitatif belum menampakkan dampak perubahan yang nyata malahan kondisinya semakin memprihatinkan tiap tahunnya. Dengan terjadinya krisis moneter pada tahun 1997 telah mengakibatkan jumlah penduduk miskin kembali membengkak dan kondisi tersebut diikuti pula dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi yang cukup tajam. 
Berbagai upaya penanggulangan kemiskinan yang telah diambil pemerintah berfokus pada : Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui upaya padat karya, perdagangan ekspor serta pengembangan UMKM,
  1. Peningkatan akses terhadap kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan (KB, kesejahteraan ibu, infrastruktur dasar, pangan dan gizi)
  2. Pemberdayaan masyarakat lewat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang bertujuan untuk membuka kesempatan berpartisipasi bagi masyarakat miskin dalam proses pembangunan dan meningkatkan peluang dan posisi tawar masyarakat miskin, serta 
  3. Perbaikan sistem bantuan dan jaminan sosial lewat Program Keluarga Harapan (PKH).

         Salah satu aspek untuk melihat kinerja perekonomian adalah seberapa efektif penggunaan sumber-sumber daya yang ada sehingga lapangan pekerjaan merupakan concern dari pembuat kebijakan. Angkatan kerja merupakan jumlah total dari pekerja dan pengangguran, sedangkan pengangguran merupakan persentase angkatan kerja yang menganggur.


*grafik di atas menunjukkan bahwa angka pengangguran di Indonesia mengalami ratifikasi atau naik turun. Ini berarti Indonesia sudah cukup untuk bisa untuk mengentaskan pengangguran dan mulai menciptakan lapangan kerja sendiri atau usaha untuk meningkatkan pendapatan negara.


Pertumbuhan ekonomi biasanya diikuti oleh terciptanya lapangan pekerjaan yang baru. Ketika ekonomi bertumbuh, berarti terdapat pertumbuhan produksi barang dan jasa. Ketika hal ini terjadi maka kebutuhan akan tenaga kerja untuk memproduksi barang dan jasa pun akan tumbuh.
Pertumbuhan ekonomi dan pengangguran memiliki hubungan yang erat karena penduduk yang bekerja berkontribusi dalam menghasilkan barang dan jasa sedangkan pengangguran tidak memberikan kontribusi. Studi yang dilakukan oleh ekonom Arthur Okun mengindikasikan hubungan negatif antara pertumbuhan ekonomi dengan pengangguran, sehingga semakin tinggi tingkat pengangguran, semakin rendah tingkat pertumbuhan ekonomi.



Dampak Negatif Pertumbuhan Penduduk :
  • Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang.
  • Semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal dari rumah tangga, pabrik, perusahaan, industri, peternakan, dll
  • Angka pengangguran meningkat.
  • Angka kesehatan masyarakat menurun.
  • Angka kemiskinan meningkat.
  • Pembangunan daerah semakin dituntut banyak.
  • Ketersediaan pangan sulit.
  • Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit.
  • Angka kecukupan gizi memburuk.
  • Muncul wanah penyakit baru


Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :
1.      Penambahan dan penciptaan lapangan kerja dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
2.      Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan. Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
3.      Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi. Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
4.      Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan. Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.



Jadi menurut pendapat saya, hubungan antara pertumbuhan penduduk
dengan lapangan pekerjaan dan kemiskinan adalah sangat berkaitan.
Mulai dari angka penduduk yang meningkat terutama pada negara
Indonesia yang juga merupakan topik bahasan saya kali ini, lalu
menghasilkan berbagai faktor dari pihak manapun mulai dari  
meningkatnya masyarakat yang kelaparan karena masyarakat tidak mampu
untuk memenuhi kebutuhannya, hingga pada lapangan pekerjaan yang 
semakin sempit yang akan menyebabkan terjadinya pengangguran jika 
Pemerintah hanya membuka lowongan pekerjaan bagi 
yang sudah menginjak bangku sekolah atau bagi yang mempunyai 
keterampilan khusus. Itu sangat tidak adil jika dibandingkan dengan 
masyarakat yang hanya bisa bertani atau memulung sampah atau  yang 
mempunyai profesi kecil di daerah-daerah kalangan masyarakat menengah 
ke bawah.


sumber-sumber :
http://syahrulrifai.blogspot.com/2011/11/hubungan-antara-pertumbuhan-ekonomi-dan.html
http://repository.upnyk.ac.id/883/1/resume.pdf
http://alf14n08.wordpress.com/2011/11/12/perkembangan-penduduk-indonesia/
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://data.tnp2k.go.id/images/table/grafik2.png&imgrefurl=http://data.tnp2k.go.id/index.php?q%3Dcontent/profil-kemiskinan-di-indonesia&h=345&w=609&sz=10&tbnid=sryvdsGwH2PCGM:&tbnh=68&tbnw=120&zoom=1&usg=__3AAymKW2DqNTAj67z1M4jA2OzbM=&docid=LdARI4d-bFbW2M&hl=id&sa=X&ei=u7-9UO2fO4uyrAfH84HAAw&ved=0CDIQ9QEwAg&dur=1307
http://princessglad.blogspot.com/2011/10/dampak-pertumbuhan-penduduk-di.html


Dita Eka Octalina
22212221
1EB18

0 komentar:

Poskan Komentar